Religio Psycho Immunology: Peran Spiritual dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja


SABANGINFO.COM, BANDA ACEH, – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan remaja, MAN 3 Banda Aceh bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan bertajuk "Kajian Keislaman dan Pembinaan Karakter".Banda Aceh, Kamis (20/03/2025).
 
 
 Kegiatan ini yang diikuti oleh 43 siswa kelas 1 SMA dan 7 orang guru ini menghadirkan dr. Imam Maulana, Direktur Eksekutif Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), sebagai narasumber utama. 
 

Kegiatan diawali dengan sesi pemanasan yang unik, yaitu senam otak melalui nyanyian dan gerakan, yang bertujuan meningkatkan konsentrasi dan semangat peserta. Setelah itu, siswa mengisi kuisioner SRQ-20 (Self-Reporting Questionnaire-20), alat skrining kesehatan mental yang dikembangkan oleh WHO, guna mendeteksi gejala gangguan mental yang mungkin dialami dalam 30 hari terakhir. 
 
 
Tak hanya itu, peserta juga dibagi dalam enam kelompok untuk berdiskusi dan mempresentasikan pemahaman mereka tentang kesehatan mental, cara mencegahnya, serta bagaimana membantu teman yang mengalami masalah mental. Sesi ini bertujuan agar siswa terlibat aktif menyuarakan ilmu pengetahuan dan pendapatnya.
 

Pada sesi utama, dr. Imam Maulana memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental bagi remaja. Beliau menjelaskan bahwa kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang mampu mengelola emosi, berpikir jernih, dan menghadapi tantangan hidup dengan baik. Menjaga kesehatan mental yang baik membantu seseorang menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan produktif.
 

Menurut dr. Imam Maulana, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Faktor internal seperti pola pikir, kepercayaan diri, dan regulasi emosi memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas mental.
 
 
 Faktor eksternal seperti dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan tekanan sosial juga sangat berpengaruh. Selain itu, faktor spiritual seperti hubungan dengan Tuhan, ketenangan batin, dan makna hidup juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental.
 

Dalam penjelasannya, dr. Imam Maulana juga menyampaikan tanda-tanda kesehatan mental yang baik, antara lain merasa bahagia dan mampu menikmati hidup, dapat mengelola stres dengan baik, memiliki hubungan sosial yang positif, serta memiliki rasa percaya diri dan motivasi. 
 
 
Sebaliknya, tanda-tanda seseorang mengalami masalah kesehatan mental bisa meliputi perasaan cemas atau sedih berkepanjangan, kesulitan berkonsentrasi, kehilangan motivasi, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga perubahan drastis pada pola makan atau tidur.
 

Beliau juga memperkenalkan konsep Religio-Psycho-Immunology (RPI), yaitu bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara spiritualitas, psikologi, dan sistem imun tubuh. Konsep ini menekankan bahwa keyakinan agama atau spiritualitas dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang. Melalui praktik ibadah seperti doa, meditasi, serta membaca kitab suci, seseorang dapat mengurangi stres, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menumbuhkan makna hidup yang lebih dalam. 
 
 
 
Dalam ajaran Islam terdapat konsep Doa, Ikhtiar, dan Tawakkal yang dapat digunakan untuk membangun ketangguhan mental. Do’a (termasuk shalat), memberikan ketenangan pikiran termasuk meminta bantuan kepada Allah SWT, dilanjutkan dengan Ikhtiar yaitu berusaha semaksimal mungkin termasuk meminta bantuan, hingga akhirnya telah dilakukan segala upaya untuk kita bisa berserah diri (tawakkal).
 

Dalam upaya menjaga kesehatan mental, dr. Imam Maulana memberikan beberapa tips praktis, di antaranya mengelola stres dengan melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau olahraga ringan, menjaga pola tidur yang cukup (7–9 jam per malam), serta mengekspresikan perasaan dengan berbicara kepada orang yang dipercaya. 
 
 
Beliau juga menekankan pentingnya membatasi waktu di media sosial agar tidak menimbulkan kecemasan berlebih, serta membangun hubungan yang positif dengan keluarga dan teman. Terakhir, memperkuat spiritualitas melalui ibadah dan mencari makna dalam hidup juga menjadi cara yang efektif dalam menjaga kesehatan mental.
 

dr. Imam Maulana juga menyampaikan poin penting mengenai kapan seseorang perlu mencari bantuan. Jika merasa sedih, cemas, atau stres secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, maka penting untuk segera mencari pertolongan. Beberapa pihak yang bisa dihubungi antara lain guru BK di sekolah, orang tua atau keluarga, psikolog atau konselor, serta pemuka agama yang dapat memberikan bimbingan spiritual. "Jangan pernah merasa sendiri, selalu ada orang yang siap membantu jika kita berani berbicara dan mencari pertolongan," ujar beliau.
 

Pada sambutannya, Syukriah, SKM., MKM, menekankan pentingnya kesadaran dalam penggunaan gadget secara bijak. "Penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, seperti meningkatkan kecemasan dan mengurangi interaksi sosial. 
 
 
Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mengatur waktu penggunaan gadget dan lebih banyak berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar," tuturnya. “Kami mengajak seluruh siswa agar lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental, baik dengan guru, orang tua, maupun tenaga kesehatan. Jangan sampai tekanan yang dirasakan berdampak negatif pada keseharian dan prestasi akademik,” tambahnya.
 

“Saya sangat bangga melihat semangat siswa dalam belajar dan berdiskusi tentang kesehatan mental. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membekali mereka dengan keterampilan menghadapi tantangan kehidupan. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya Kepala Sekolah MAN 3 Banda Aceh, Bapak Junaidi Ibas, S.Ag, M.Si.
 

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes., yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Syukriah, SKM., MKM. Turut hadir Penanggung Jawab Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lailia Juniarti, SKM, para dewan guru, serta sejumlah pihak terkait yang berperan dalam upaya peningkatan kesehatan mental di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mendapat respon positif dari siswa dan guru. 
 
 
Dengan edukasi yang menarik dan mendalam, diharapkan generasi muda semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan mampu membangun karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.[]

Post a Comment

Previous Post Next Post