oleh: Sjafrizal,SE.,M.Si, Penulis adalah Ketua Pemuda Pancasila Kota Sabang
SABANGINFO.COM, - Bencana Tsunami yang meluluh lantakkan Aceh ternyata belum membuat manusia sadar akan keserakahan oleh nafsu di muka bumi ini, seperti halnya di kota Sabang masih terdapat 1 orang pengungsi yang telah terdaftar di kota Sabang Gampong Kota Atas.
Nazariah (56) yang merupakan korban Gempa Tsunami. Pasca terjadinya Tsunami 2004 namun tidak mendapatkan rumah bantuan sampai saat ini dan tinggal bersama sanak saudara karena kedua orang tua dan anak telah tiada terkena Tsunami 2004, sementara ada yang tidak terdaftar dalam daftar pengungsian namun mendapatkan rumah Bantuan sehingga karena tidak benar butuh maka dijual.
Manusia tidak sadar dengan terjadinya bencana dikarenakan tidak langsung terjadi pada dirinya sehingga dia lalai dan bahkan memanfaatkan situasi diatas penderitaan para korban, inilah sifat manusia yang telah dikuasai oleh nafsu dunianya.
Kita lalai akan Risiko yang akan mengancam kita dan sementara Risiko berada di sekitar kita atau apakah kita akan senang bermain dengan Risiko yang mengancam disekitar, kita karena pernah merasakan kenikmatan dari bencana yang pernah terjadi atau tidak peduli akan ancaman karena saat terjadi Bencana tidak ada kepedulian dari para pihak sehingga kita apatis, itu semua kembali kepada kita manusia masing masing pribadi.
Kita harus tahu dimana sesar Sumatra yang terbelah menjadi dua bagian dikawasan silimum dan terpanjang hingga ke kawasan Andaman itu berada melintasi Pulau Weh Sabang kawasan perkotaan sehingga beberapa puluh tahun yang lalu telah dibuat jalur evakuasi di lintasan tengah kota Sabang yang ramai tersebut, namun kini kawasan tersebut tampak terlihat terjadinya penyempitan akibat pembangunan yang tidak berbasis Risiko.
Pada saat dipasangnya titik titik rawan Bencana dan jalur Evakuasi bahkan ada anggota Dewan yang meradang untuk dibongkar kembali tanpa dia sadari yang mana Sabang merupakan daerah kunjungan wisata dan banyak di kunjungi orang tanpa mengetahui liku liku lokasi di kota Sabang ini,
sehingga dibutuhkannya jalur Evakuasi. Jauh hari sebelum pemasangan telah beberapa kali di undang FGD tapi tidak ada yang mau hadir. Bahkan lebih parahnya lagi arah jalur Evakuasi dijadikan menjadi arah tempat parkir di kawasan tempat pusat wisata di Kota Sabang.[]
Post a Comment